Finance
Rumor Bursa
Kesiapan BUMI Akuisisi Herald Diragukan
Kamis, 24 Juli 2008 - 11:03 wib
Candra Setya Santoso - Okezone
Berita Lainnya
-
Rabu, 27/08/2008 16:08
IHSG Ditutup Berjaya 23 Poin -
Rabu, 27/08/2008 15:08
IBI Bisa Laksanakan Sertifikasi Manajemen Risiko -
Rabu, 27/08/2008 15:08
Laba Allianz Grup Tergerus Rp71 Miliar -
Rabu, 27/08/2008 15:08
Allianz Targetkan 100 Rb Nasabah Asuransi Mikro -
Rabu, 27/08/2008 15:08
BNI-KPK Sosialisasikan Tipikor -
Rabu, 27/08/2008 14:08
Pendapatan Premi Allianz Grup Capai Rp1,7 T -
Rabu, 27/08/2008 13:08
Kebijakan Eskalasi Proyek
Departemen PU Tak Mau Dibohongi Pengusaha -
Rabu, 27/08/2008 12:08
BEI Buka Kembali Saham UOB Buana -
Rabu, 27/08/2008 12:08
Harga Teoritis United Tractors Rp10.300 -
Rabu, 27/08/2008 12:08
Pembentukan Bursa Asean 5-10 Tahun Lagi

Setelah berhasil mengalahkan kompetitornya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dalam memperebutkan perusahaan tambang asal Australia tersebut, BUMI malah goyah.
Sumber okezone menyatakan, BUMI belum siap dalam hal pendanaan untuk mengakuisisi Herald. "Sehingga masih ada kemungkinan Herald jatuh ke tangan perusahaan lain dengan pendanaan yang lebih kuat," ujarnya, di Jakarta, Kamis (24/7/2008).
Sebelumnya, BUMI menyatakan tengah mengkaji perubahan status Herald, untuk menjadi perusahaan tertutup (go private) jika berhasil mengakuisisi 90 persen saham melalui Calipso Investment Pte Ltd.
"Berdasarkan peraturan Bursa Australia, jika suatu perusahaan mengakuisisi 90 persen saham melalui tender offer diperbolehkan melakukan delisting," ujar Presiden Direktur BUMI Ari Saptari Hudaya, saat dihubungi di Jakarta, Selasa 22 Juli silam.
Meski demikian jelas Ari, putusan tersebut masih menunggu hasil tender offer yang berakhir pada 30 Juli mendatang. "Kami belum bisa memastikan jawabannya sekarang," katanya. (rhs)


