Fiskal & Moneter
Kota Termahal ke-2 di ASEAN
Jakarta Kebanyakan Ongkos Siluman
Jum'at, 25 Juli 2008 - 09:42 wib
Ayyi Ahmad Hidayah - Okezone
Berita Lainnya
-
Kamis, 04/09/2008 13:09
BI: Akhir 2008, Inflasi IHK 11,5-12,5% -
Kamis, 04/09/2008 12:09
Sukuk Diterbitkan Semester I-2009 -
Kamis, 04/09/2008 12:09
Capai Target Inflasi, BI Waspadai Demand -
Kamis, 04/09/2008 10:09
Institusi Domestik Kuasai SUN 78,8% -
Selasa, 02/09/2008 16:09
Pembeli Barang Mewah Harus Punya NPWP -
Selasa, 02/09/2008 14:09
Pemerintah Susun PP RUU PPh -
Selasa, 02/09/2008 13:09
15 Kementerian/Lembaga Lakukan PNBP Tak Sesuai PP -
Selasa, 02/09/2008 12:09
RUU PPh Kurangi Potensi Penerimaan Pajak Rp40 T -
Selasa, 02/09/2008 11:09
RUU PPh Siap Disahkan -
Selasa, 02/09/2008 11:09
Sri Mulyani:
Potensi Ekspor Harus Banyak Digenjot

"Hal ini terjadi karena banyaknya birokrasi yang menimbulkan biaya siluman. Sehingga menyebabkan biaya produksi menjadi lebih mahal," ujar Direktur INDEF Imam Sugema, kepada okezone, Jumat (25/7/2008).
Namun kenyataan ini tidak serta merta membuat kota Jakarta menjadi tidak menarik, sebab Indonesia merupakan salah satu negara yang atraktif untuk melakukan bisnis. Kenyataan ini juga diperkuat oleh keberadaan Singapura, meski biaya hidupnya jauh lebih mahal dari Jakarta, tetapi Negeri Singa Putih itu tetap menjadi kota yang lebih menarik.
Untuk mengejar ketertinggalan dari kota tetangga tersebut, Jakarta harus segera membenahi infrastrukturnya agar lebih mumpuni. "Mau tak mau Jakarta harus meningkatkan fasilitas layanan publik seperti hotel, jalan raya dan angkutan umum," lanjutnya.
Selain itu, Jakarta juga harus bisa memberikan jaminan birokrasi yang lebih melayani. (rhs)


