ekonomi global
Wall Street di Jalur Merah Lagi
Jum'at, 25 Juli 2008 - 08:27 wib
Candra Setya Santoso - Okezone
Berita Lainnya
-
Selasa, 19/08/2008 08:08
Badai Fay Reda, Harga Minyak Juga Melandai -
Senin, 18/08/2008 16:08
Keuntungan BHP Billiton USD15,4 Miliar -
Senin, 18/08/2008 14:08
Badai Fay Picu Kenaikan Harga Minyak -
Senin, 18/08/2008 12:08
Irak bebaskan Kontrak Minyak Jangka Pendek -
Sabtu, 16/08/2008 16:08
Cadangan Minyak Nigeria Sentuh 33,6 Miliar Barel

Dalam perdagangan Kamis 24 Juli waktu setempat, kemerosotan mengerem laju penguatan saham-saham yang didukung kinerja keuangan apik.
Indeks bahkan harus ditutup turun drastis setelah data penjualan perumahan AS lebih rendah dari perkiraan analis. Akibatnya optimisme pasar tentang ekonomi AS langsung terhapus.
Laporan dari National Association of Realtors mengenai penjualan rumah di AS membuat para investor di lantai bursa bahwa sebenarnya pasar rumah di Negeri Paman Sam itu masih belum pulih.
Sementara itu, saham-saham sektor keuangan menjadi pemimpin kemerosotan indeks karena pasar khawatir krisis kredit masih berlanjut. Indeks Dow Jones terun bebas 283 poin ke level 11.349.
Sementara indeks Standard & Poor's 500 turun 29,65 poin menjadi 1.252,54, dan indeks Nasdaq juga jatuh 45,77 poin menjadi 2.280,11.
Sejumlah saham sektor keuangan pada perdagangan kemarin bertumbangan, seperti Washington Mutual Inc., Citigroup Inc. Merrill Lynch & Co., Wachovia Corp. (rhs)


