ekonomi global
Vietnam Naikkan Harga BBM 30%
Jum'at, 25 Juli 2008 - 09:29 wib
Berita Lainnya
-
Senin, 25/08/2008 08:08
Si Emas Hitam Jadi Indikator Utama Bursa Global -
Minggu, 24/08/2008 14:08
Bank IKB Jerman Dijual 150 Juta Euro -
Minggu, 24/08/2008 13:08
Harga Minyak Tinggi, Bush Salahkan Demokrat -
Jum'at, 22/08/2008 08:08
Wall Street Ditutup Mixed -
Kamis, 21/08/2008 09:08
Surplus Perdagangan Jepang Anjlok 86,6%

Vietnam kini harus berjuang melawan angka inflasi-angka inflasi di sana tercatat tertinggi di Asia. BUMN perminyakan Vietnam, Petrolimex, memutuskan untuk menaikkan harga bensin dari 14.500 dong menjadi 19.000 dong (USD1,15).
Harga diesel naik dari 15.000 dong menjadi 15.950 dong dan minyak bakar naik dari 13.900 dong menjadi 20.000 dong. Menteri Keuangan Vietnam Vu Van Ninh menyatakan, keputusan untuk menaikkan harga BBM ditujukan untuk meringankan beban negara yang kini sedang berhadapan dengan tingginya harga minyak dunia.
Keputusan tersebut cukup mengagetkan karena sebelumnya Deputi Menteri Perindustrian dan Perdagangan Bui Xuan Khu menyatakan bahwa harga BBM tidak akan naik hingga akhir 2008. Tak urung, kenaikan harga BBM itu dipastikan akan menambah beban inflasi Vietnam yang kini tercatat tertinggi di Asia.
Selama Juni, harga-harga sudah melonjak hingga 26,8 persen, yang terutama dipicu lonjakan harga pangan dan energi. Vietnam memiliki ladang offshore dan cadangan gas di Laut China Selatan, namun kilang tersebut kurang berfungsi. Vietnam juga harus mengimpor produk-produk minyak.
Dung Quat, sebuah kilang senilai USD2,5 mi liar, kini sedang dibangun di Vietnam tengah, setelah sekian lama tertunda. Produksi sebesar 6,5 juta ton per tahun diharapkan bisa berlangsung mulai 2009. Produksi itu bisa memenuhi sepertiga kebutuhan BBM Vietnam.
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan menyelenggarakan pertemuan istimewa di Aljazair pada 17 Desember. Kementerian Energi Aljazair melalui situs menyatakan, pihaknya akan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.
Namun, juru bicara OPEC menyebut kota tuan rumah di negara itu adalah Iran. Rencananya penyelenggaraan pertemuan istimewa itu akan ditegaskan dalam pertemuan terjadwal OPEC pada 9 September di Wina.
Biasanya OPEC menyelenggarakan pertemuan akhir tahun, dengan sebutan "istimewa" di negara yang memegang kepresidenan organisasi itu yang bergantian. Sementara itu, untuk 2009, Angola akan memegang kepresidenan OPEC. (Susi Susanti/Sindo/rhs)


