JAKARTA - Bank CIMB Niaga, gabungan Bank Niaga dan Bank Lippo membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp428 miliar pada semeseter pertama tahun ini.
Jumlah itu naik sebesar lima persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp406 miIiar. Net Interest Income (NII) pada mencapai Rp1,4 triliun atau meningkat sembilan persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya.
Per 30 Juni 2008, Bank CIMB Niaga meraih Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) masing-masing sebesar 2,06 persen dan 17,35 persen. Capital Adequacy Ratio (CAR) setelah risiko pasar Bank CIMB Niaga tercatat sebesar 14,84 persen, jauh di atas level minimum yang disyaratkan Bank Indonesia sebesar 8,00 persen.
Total aset Bank CIMB Niaga per 30 Juni 2008 mencapai Rp59,2 triliun, meningkat sebesar 35 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menempatkan Bank CIMB Niaga sebagai bank terbesar keenam di Indonesia dari sisi aset.
"Meskipun semakin sulitnya keadaan pasar keuangan global yang berdampak pada pasar domestik, kami masih berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 36 persen menjadi sebesar Rp46,4 triliun dan meningkatkan dana pihak ketiga sebesar 38 persen menjadi Rp49,1 triliun. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan kami dalam upaya menjadi Indonesia's premier universal bank, yang melayani semua segmen bisnis mulai dari retail hingga korporasi," ujar Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Hashemi Albakri, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (29/7/2008).
Per 30 Juni 2008, komposisi kredit Bank CIMB Niaga adalah 70 persen di segmen business dan retail, serta 30 persen di segmen korporasi. Loan to Deposit (LDR) Bank CIMB Niaga tercatat sebesar 93,67 persen. Sejalan dengan pertumbuhan kredit tersebut, kualitas kredit yang diberikan juga meningkat ditandai dengan menurunnya rasio NPL (net) menjadi 2,12 persen dari sebesar 3,23 persen tahun lalu.
Pertumbuhan dana pihak ketiga terutama didukung oleh pertumbuhan deposito dan giro yang tinggi masing-masing sebesar 42 persen. Sementara, tabungan tumbuh sebesar 17 persen.
(rhs)