Finance


Semester I-2008

Laba Bukopin Naik Tipis 0,69%

Kamis, 31 Juli 2008 - 09:56 wib
text TEXT SIZE :  
Ade Hapsari Lestarini - Okezone

JAKARTA - Pada semester I-2008 PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mencetak laba bersih sebesar Rp293 miliar atau meningkat tipis 0,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp291 miliar.

Demikian diungkapkan Direktur Utama Bukopin Glen Glenardi dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Kamis (31/7/2008).

Di samping itu, Bank Bukopin berhasil menjaga tingkat profitabilitasnya dengan membukukan pendapatan bunga bersih (net interest income) sebesar Rp738 miliar, naik sebesar Rp115 miliar atau 18,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar  Rp623 miliar.

Di sisi lain, biaya operasional lainnya meningkat sebesar 18,51 persen mencapai Rp525 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp443 miliar.

Sedangkan untuk kenaikan pendapatan bunga bersih yang diperoleh Bukopin didorong oleh peningkatan pemberian kredit kepada pihak ketiga, yang sebagian besar dikontribusikan dari sektor UMKMK, sehingga portofolio kredit meningkat sekitar 31,81 persen menjadi Rp24,66 miliar dari Rp18,71 miliar.

"Peningkatan laba yang berhasil dicapai ini menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup menjanjikan, mengingat kondisi ekonomi makro saat ini yang berfluktuatif, ditandai bergejolaknya nilai tukar dan juga kecenderungan peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) yang pernah mencapai lebih dari USD145 per barel," ujar Glen.

Sementara net interest margin naik menjadi 4,71 persen dari 4,42 persen. Adapun total aset Bukopin per 30 Juni 2008 meningkat 5,70 persen menjadi Rp36,91 miliar, yang disebabkan pertumbuhan dana masyarakat yang mencapai Rp30,974 miliar, atau tumbuh sebesar 4,05 persen.

Pertumbuhan sumber dana tersebut terutama berasal dari tabungan yang pada semester pertama 2008 mencapai Rp3,27 miliar, atau tumbuh sebesar 34,91 persen dari Rp2,42 miliar.

Selain itu, Bukopin mencatat rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 12,69 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 15,31 persen sebagai konsekuensi dari ekspansi kredit yang dilakukan.

Sementara kemampuan penyaluran kredit atau loan to deposit ratio (LDR) mencapai 79,84 persen meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 63,18 persen.

Sedangkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross sebesar 2,99 persen, membaik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,98 persen, yang masih di bawah batas maksimal Bank Indonesia sebesar 5 persen. (AHL )

o1 o2

Berita Lain

o3 o4