Finance


BI Antisipasi Dampak Pemanasan Global Terhadap Makroekonomi

Jum'at, 1 Agustus 2008 - 10:42 wib
text TEXT SIZE :  
foto: Azis Indra

NUSADUA - Bank Indonesia (BI) akan mengantisipasi isu pemanasan global yang dapat berdampak negatif bagi kondisi makroekonomi. Untuk itu, BI akan melakukan koordinasi maupun mengeluarkan regulasi sehingga bisa mengurangi dampak negatif perubahan iklim.

"Koordinasi dan pembagian tugas melalui pengeluaran global tidak hanya dilakukan oleh pemerintah melainkan dunia usaha ke negara berkembang. Saya harus ingatkan dalam roadmap Bali tentang pemanasan global ditegaskan provisi keuangan dan insentif lain diarahkan untuk memperluas transfer teknologi ramah lingkungan dari negara maju ke negara berkembang," kata Gubernur BI Boediono saat membuka seminar tahunan internasional bertajuk Dampak Perubahan Iklim terhadap Makroekonomi, Kesempatan dan Tantangan di Nusa Dua, Bali, Jumat (1/8/2008).

Boediono menuturkan, setiap negara maju harus sepakat untuk mengembangkan program yang bisa memperluas investasi dan mendorong transfer teknologi ke negara berkembang sehingga perlu ada koordinasi tepat.

Dengan adanya koordinasi yang tepat, maka mitigasi perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi bisa tercapai bersamaan.

Selain itu, BI bersama kalangan perbankan maupun pembuat kebijakan fiskal harus bisa menghasilkan secara tepat antisipasi tersebut.

"Saat ini semua negara menghadapi dampak kenaikan harga energi dan pada saat bersamaan kebutuhan mitigasi dampak perubahan iklim semakin besar. Dengan kondisi ini, kebutuhan industri baru terhadap energi alternatif semakin berkembang dan negara yang memberi insentif bagi industri itu sudah dalam jalur yang benar," paparnya.  (Tomi Sujatmiko/Sindo/AHL )

o1 o2

Berita Lain

o3 o4