SANUR - Pemerintah tidak takut menghadapi ancaman dua maskapai penerbangan asing, Qantas dan Continental Airlines, yang berencana menutup rute ke Bali, per 2 Oktober mendatang.
"Itu mungkin hanya ancaman mereka. Memang gampang mencari tempat penerbangan," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik di sela-sela menghadiri Asian Science Camp (ASC) ke-dua di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Senin (4/8/2008).
Wacik mengaku kesal dengan perilaku sejumlah pengusaha penerbangan yang suka main ancam dengan tujuan ingin bebas atau minta keringanan terkait tingginya fee landing dan parkir di Indonesia. Padahal, kedua biaya itu sepengetahuan dia tak jauh beda dengan di bandara luar negeri.
Menurut Wacik, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia saat ini cukup tinggi, di mana pada semester pertama (Januari-Juni) tahun ini mencapai 2,9 juta. Jumlah itu diprediksikan akan meningkat ke angka 4 juta kunjungan wisman pada semester dua nanti.
Karena itu, dia menilai rencana Qantas dan Continental Airlines itu hanyalah gertak sambal. "Kalau penumpang mereka banyak, nggak akan jadi itu (rencana menyetop rute)," katanya.
(Miftachul Chusna/Sindo/mbs)
Sektor Riil
Menbudpar Tak Takut Dua Maskapai Asing Hengkang
Senin, 4 Agustus 2008 - 16:13 wib
Berita Lain
-
Rabu, 15/10/2008 14:10
Pertamina Ingin Tambah Kepemilikan di West Madura -
Rabu, 15/10/2008 13:10
Harga ICP Tak Turun, BBM Ikut-Ikutan -
Rabu, 15/10/2008 12:10
Harga Jual Turun Drastis
Petani Kopi, Sawit, & Kakao di Lampung Menjerit -
Rabu, 15/10/2008 11:10
GKBI Protes Peredaran Batik China -
Rabu, 15/10/2008 11:10
Korea Desak Perpanjangan Kontrak LNG RI -
Rabu, 15/10/2008 10:10
Proyek Pembangkit Listrik Berpotensi Diambil Asing -
Selasa, 14/10/2008 14:10
Krisis Ekonomi Global
Apersi: Sektor Properti Masih Aman -
Selasa, 14/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Program untuk Daerah Tertinggal Dikhawatirkan Terhambat -
Selasa, 14/10/2008 10:10
Pelaku Usaha Optimistis Hadapi Krisis -
Senin, 13/10/2008 20:10
Ekspor Perikanan Oktober-Desember Tak Menentu