JAKARTA - Kalangan perbankan akan mengeluarkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan BI Rate dengan menggenjot pendapatan non bunga (fee based income), hingga tetap memperbesar ekspansi kredit.
Berbagai langkah tersebut menjadikan bank tetap eksis di tengah kondisi makroekonomi nasional yang belum kondusif.
"Seandainya bunga acuan (BI Rate) naik hingga 9,5 persen, kita siap mengantisipasi. Bahkan kalau sudah melewati 9,5 persen akan menyesuaikan pada suku bunga yang cenderung fluktuatif," kata Direktur Utama PT Mandiri Tbk Agus Martowardojo, di sela seminar internasional, di Nusa Dua, belum lama ini.
Menurut Agus suku bunga acuan yang ideal berada di level 8,5 persen. Pada level tersebut perbankan masih memiliki room untuk memperbesar kredit dengan suku bunga yang bersaing kepada debitor. Namun, kalau sudah berada di atas 9,5 persen, perseroan akan menggenjor fee based income. Per semester I-2008 fee based income perseroan tumbuh 21 persen dan akan terus ditingkatkan.
"Kalau suku bunga acuan masih di level 8,5 persen, sebenarnya masih memiliki room dan kalau sudah melewati 9,5 persen akan menekankan pertumbuhan fee based income. Angka pertumbuhan sebesar 20-21 persen sudah baik, namun harus ditingkatkan," paparnya.
(Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)