foto: Azis Indra
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberi sinyal untuk menaikkan suku bunga acuan BI Rate dari 8,75 persen menjadi sembilan persen.
Laju inflasi yang tinggi menjadi faktor utama kebijakan tersebut. Namun, bank sentral tetap menunggu hasil akhir Rapat Dewan Gubernur BI, Selasa 5 Agustus besok.
Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom mengatakan, tetap mempertimbangkan laju inflasi, terutama untuk Juli yang berada di level 1,37 persen.
Inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan prediksi BI karena seharusnya dampak kenaikan BBM sudah hilang dan inflasi bisa ditekan. "Inflasi Juli secara tahunan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,41 persen. Namun, apakah bakal menaikkan BI Rate sebaiknya dilihat besok saja," tegasnya.
Sementara Gubernur BI Boediono mengatakan, untuk laju inflasi, memang masih ada faktor eksternal yang masih harus diwaspadai dan kondisi moneter. Selain itu ada juga faktor internal seperti kelancaran arus barang dan pemicu inflasi pada Juli lalu adalah faktor bahan makanan.
Namun, BI masih berkeyakinan inflasi bisa ditarik ke bawah, terutama hingga tahun 2009 laju inflasi bisa kembali ke single digit.
"Dari segi moneter, kita juga harus waspada supaya dampaknya tidak terus berkepanjangan. Namun, untuk pembalikan inflasi memang bulan ini belum kelihatan dan untuk bulan depan kemungkinan bisa. Kita lihat saja nanti," tandasnya.
(Tomi Sujatmiko/Sindo/ade)