JAKARTA - Ketahanan industri perbankan masih tetap terjaga karena didukung pelaksanaan fungsi intermediasi yang baik.
Hal tersebut terlihat dari kredit perbankan yang masih tumbuh sebesar 31,6 persen (YoY), dengan nonperforming loan (NPL) yang menurun menjadi 4,08 persen (gross).
Demikian diungkapkan Gubernur BI Boediono dalam keterangan tertulisnya, di Gedung BI, Jakarta, Selasa (5/8/2008).
Di samping itu, perekonomian Indonesia pada 2008 diperkirakan akan masih tetap tumbuh baik karena ditopang oleh pertumbuhan ekspor, pengeluaran konsumsi masyarakat, dan pengeluaran pemerintah yang cukup tinggi.
Di sisi lain, permintaan dalam negeri juga ditopang oleh meningkatnya belanja daerah dan telah dimulainya tahapan pemilu 2009.
Seperti diketahui angka inflasi pada Juli 2008 sebesar 1,37 persen, sehingga realisasi tahunan menjadi sebesar 11,90 persen. Meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 11,03 persen.
Dengan perkembangan tersebut inflasi Januari-Juli 2008 mencapai 8,85 persen, jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (2,72 persen).
Dengan memperhitungkan faktor risiko serta tekanan inflasi yang masih akan timbul hingga akhir tahun, BI memperkirakan inflasi hingga akhir tahun 2008 akan berada pada kisaran 11,5-12,5 persen (yoy).
Sementara itu, neraca pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan masih akan menunjukkan kinerja yang meningkat sehingga kestabilan nilai tukar juga dapat terjaga dengan baik.
(ade)