Alan Greenspan (ist)
NEW YORK - Bank dan lembaga keuangan di Amerika Serikat akan menghadapi krisis insolvabilitas dan membutuhkan dana talangan sebelum krisis keuangan global berlalu.
Pernyataan itu dilontarkan mantan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Alan Greenspan dalam tulisan yang dipublikasikan di Financial Times, Senin 4 Agustus.
Greenspan menyebut krisis yang terjadi saat ini adalah peristiwa sekali atau dua kali dalam satu abad. Menurutnya, krisis insolvabilitas hanya dapat berakhir jika harga rumah di AS stabil. Jika tidak, maka ancaman ambruknya dunia perbankan akan tetap ada.
Insolvabilitas merupakan ketidakmampuan bank membayar klaim atau kewajiban yang telah jatuh tempo.
"Ketakutan terhadap insolvabilitas belum sepenuhnya lepas," kata Greenspan. "Ada sejumlah bank dan lembaga keuangan lainnya yang berada di tepi kegagalan, dan akan berakhir dengan jaminan dari pemerintah," timpalnya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/8/2008).
Sementara itu, ekonom Universitas New York Nouriel Roubini menyebutkan AS memasuki resesi babak kedua yang akan berakhir selambat-lambatnya 18 bulan mendatang. Hal itu akan memicu kebangkrutan dunia perbankan.
(jri)