JAKARTA - Pemerintah berencana akan membuat ketentuan yang memperbolehkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membuat kesepakatan harga jual gas dengan konsumennya.
"Kami berharap positif terhadap rencana tersebut. Setidaknya, ketentuan itu memungkinkan kami (PGN) bisa menentukan harga Gas di pasar dan sehingga kinerja keuangan kami bisa lebih baik karena harga jual gas bisa disesuaikan," ujar Sekertaris Perusahaan PGN Heri Yusuf, saat dihubungi okezone di Jakarta, Rabu (6/8/2008) pagi.
Selain itu, tambahnya, perseroan juga bisa memperoleh revenue yang optimal dari kenaikan harga bahan bakar tersebut.
Namun, PGN memangkas perkiraan jumlah produksi dari semula 730 juta kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per day/MMscfd) menjadi 600 MMscfd lantaran belum selesainya jalur pemipaan ke PLTG Muara Tawar.
"Terlambatnya penyelesaian pemipaan tersebut adalah salah satu dari beberapa hal yang menyebabkan perseroan memangkas target penjualan gas. Kemudian, masalah lainnya adalah kesiapan pelanggan gas PGN, sehingga menyebabkan serapan gas yang kami jual juga tidak sesuai target," jelasnya.
"Jika dirata-ratakan, jatuhnya di angka 600 mmbtu. Angka itulah yang kami jadikan target penjualan selama 2008," tambahnya.
(rhs)
Sektor Riil
Diperbolehkan Tentukan Harga Gas
PGN Ingin Kinerja Keuangan Membaik
Rabu, 6 Agustus 2008 - 09:29 wib
Berita Lain
-
Rabu, 15/10/2008 14:10
Pertamina Ingin Tambah Kepemilikan di West Madura -
Rabu, 15/10/2008 13:10
Harga ICP Tak Turun, BBM Ikut-Ikutan -
Rabu, 15/10/2008 12:10
Harga Jual Turun Drastis
Petani Kopi, Sawit, & Kakao di Lampung Menjerit -
Rabu, 15/10/2008 11:10
GKBI Protes Peredaran Batik China -
Rabu, 15/10/2008 11:10
Korea Desak Perpanjangan Kontrak LNG RI -
Rabu, 15/10/2008 10:10
Proyek Pembangkit Listrik Berpotensi Diambil Asing -
Selasa, 14/10/2008 14:10
Krisis Ekonomi Global
Apersi: Sektor Properti Masih Aman -
Selasa, 14/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Program untuk Daerah Tertinggal Dikhawatirkan Terhambat -
Selasa, 14/10/2008 10:10
Pelaku Usaha Optimistis Hadapi Krisis -
Senin, 13/10/2008 20:10
Ekspor Perikanan Oktober-Desember Tak Menentu