Fiskal & Moneter


Kontrol Inflasi Sisihkan Kepentingan Bisnis

Rabu, 6 Agustus 2008 - 08:55 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate menjadi sembilan persen, menunjukkan bahwa pemerintah lebih mementingkan pengendalian inflasi.

Sementara itu, risiko beban kredit yang harus ditanggung masyarakat, terutama dunia usaha, tidak terlalu diperhitungkan. "Kenaikan BI Rate merupakan bukti bahwa pemerintah tidak mau ambil risiko dalam mengendalikan laju inflasi," ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat, di Jakarta.

Hidayat menambahkan, kenaikan BI Rate bakal mendorong biaya dana kalangan dunia usaha. Kenaikan BI Rate hingga 9 persen bakal mendorong lending rate hingga 20 persen. "Artinya, orang tidak akan mudah untuk mendapatkan kredit perbankan akibat dampak kebijakan tight money policy yang pemerintah lakukan," kata dia.

Hidayat mengatakan, Kadin berharap pemerintah mampu meredam gejolak inflasi tanpa harus selalu mengandalkan instrumen kenaikan suku bunga.

Kadin meminta BI Rate ditahan pada posisi 9 persen hingga akhir 2008. Kemarin, Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 0,25 persen dari 8,75 persen menjadi 9 persen. (Zaenal Muttaqin /Sindo/rhs)