WASHINGTON - Bank Sentral Amerika Serikat memutuskan tingkat suku bunganya tetap berada di posisi dua persen. Tekanan inflasi yang tinggi menjadi alasan utama kebijakan tersebut.
Keputusan itu merupakan hasil rapat dewan gubernur Bank Sentral AS yang dipimpin oleh Gubernur Ben Bernake.
"Kendai segala risiko perlahan terkendali, namun risiko inflasi masih menjadi perhatian utama kami," ujar Ben Bernake, seperti dikutip dari Associated Press (AP), Rabu (6/8/2008).
Dalam mengambil keputusan, terangnya, para pemangku kebijakan sempat mengalami dilema. Sebab, The Fed harus memilih satu dari dua masalah utama yang harus diselesaikan, yakni pelemahan ekonomi dan tingginya inflasi.
Keputusan The Fed ini sudah diprediksikan oleh pasar saham setempat. Indeks Dow Jones ditutup menguat 331,62 poin menjadi 11.615,77. Lonjakan saham ini merupakan yang terbesar setelah 1 April silam.
(rhs)