NEW YORK - Lagi-lagi bursa indeks di Wall Street ditutup melemah. Pasar kembali ragu terhadap kondisi perekonomian AS, setelah buruknya data ekonomi dan loncatan harga minyak.
Pada penutupan perdagangan Kamis 7 Agustus, waktu setempat, pelaku pasar mengkhawatirkan goncangan yang parah lagi, setelah pengangguran meningkat dan penjualan di sektor ritel lesu.
Indeks Dow Jones melemah hampir 225 poin, sementara harga obligasi meningkat setelah investor sekali lagi ingin mencari jaminan keamanan dari surat utang negara itu. Sentimen negatif terbesar bagi pasar adalah buruknya kinerja sejumlah lembaga keuangan, baik itu bank, asuransi atau lembaga pembiayaan lainnya.
Institusi yang masuk dalam daftar kecemasan investor antara lain adalah perusahaan asuransi American International Group Inc (AIG) yang melaporkan kerugian lebih dari USD5 miliar pada kuartal kedua tahun ini.
Selain itu, kecemasan pasar juga dipengaruhi oleh pengumuman Departemen Tenaga Kerja yang menyebutkan jumlah pengangguran yang mencari tunjangan sosial semakin meningkat, bahkan pekan lalu jumlahnya mencapai level tertinggi dalam enam tahun terakhir. Lemahnya penjualan Wal-Mart Stores Inc dan peritel lainnya semakin menambah tekanan di pasar.
Saat berita ini dibuat, indeks Dow Jones belum ditutup, namun berdasarkan penghitungan awal, indeks Dow turun Dow 224,64, atau 1,93 persen, menjadi 11.431,43.
Sementara indeks Standard & Poor's 500 melorot 23,12, atau 1,79 persen, menjadi 1.266,07, dan indeks Nasdaq jatuh 22,64, atau 0,95 persen, menjadi 2.355,73. Tekanan juga muncul dari menguatnya kembali harga minyak sebesar USD1,44 menjadi USD120,02 di New York Mercantile Exchange.
(rhs)