ekonomi global


Eropa-Inggris Tahan Bunga

Sabtu, 9 Agustus 2008 - 09:39 wib
text TEXT SIZE :  

NEW YORK - Nilai tukar dolar AS menguat terhadap euro setelah Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris memilih mempertahankan tingkat bunga.

Para pedagang mata uang memprediksi tidak akan ada perubahan suku bunga untuk beberapa waktu mendatang. Nilai tukar dolar memperoleh dukungan karena Ketua ECB Jean-Claude Trichet mengatakan sekarang ada sinyal-sinyal pelambatan ekonomi di zona euro di mana pada waktu yang sama tekanan inflasi meningkat.

Mata uang tunggal Eropa dikutip pada 1,5321 dolar sekitar pukul 21.00 GMT, turun dari 1,5408. Terhadap mata uang Jepang, dolar kembali melemah menjadi 109,46 yen dari 109,76 yen sehari sebelumnya. Nilai tukar dolar telah merosot terhadap euro dan mata uang lain dalam setahun terakhir di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi AS. Namun, nilai dolar naik kembali di tengah kekhawatiran tentang kondisi ekonomi di zona euro, terutama mengenai pertumbuhan Jerman.

Tindakan pasar tersebut terjadi setelah ECB, sesuai perkiraan,mempertahankan suku bunga utamanya pada 4,25 persen. "Dewan Gubernur ECB sebagian besar netral," kata analis Julian Callow dari Barclays Capital Research.

"Ketakutan atas prospek pertumbuhan terlihat jelas karena untuk sekarang harus mengatasi risiko inflasi yang telah terbangun untuk beberapa waktu." "Namun, untuk sekarang terlihat masuk akal untuk memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga dalam beberapa bulan berikutnya," ujarnya.

Dolar juga menguat terhadap pound Inggris setelah Bank Sentral Inggris (BoE), sesuai perkiraan pasar, juga mempertahankan suku bunga utamanya tetap pada 5,0 persen.Tindakan ini serupa dengan ECB dan Federal Reserve AS yang mempertahankan suku bunga pada 2,0 persen awal pekan ini. "Kami yakin Bank Sentral Inggris benarbenar memiliki sedikit pilihan untuk mempertahankan suku bunganya pada 5,0 persen," kata ekonom Global Insight, Howard Archer.

"Berkembangnya kemungkinan resesi mendorong penurunan suku bunga,tapi ini terhalang upaya membatasi level dan risiko inflasi," lanjutnya. Pound dikutip pada 1,9435 dolar, turun dari 1,9576 pada akhir Rabu. Dalam perdagangan terakhir di New York, dolar berada pada 1,0622 franc Swiss, naik dari 1,0602 franc. Sementara itu,perdagangan euro terhadap dolar AS berubah bervolatilitas tinggi.

Mata uang tunggal Eropa itu mengalami kejatuhan, rally (naik),kemudian jatuh lagi di tengah komentar dari Ketua Bank Sentral Eropa (ECB) Jean-Claude Trichet. Pergerakan turun naik seperti "roller coaster" itu terjadi karena pidato Trichet, setelah ECB mempertahankan suku bunga utamanya pada 4,25 persen.Trichet menyebut adanya indikasi pelambatan ekonomi di zona euro, ketika tekanan inflasi naik dinilai membahayakan.

Dalam menghadapi kecenderungan kontradiktif itu, ketua ECB memelihara kebijakan "tidak bias" mengenai kebijakan suku bunga mendatang.Hal itu memberikan kesan kepada para analis bahwa tidak akan ada perubahan bunga, naik atau turun,  dalam kebijakan moneter ECB untuk beberapa waktu mendatang.

Pada mulanya euro turun ke posisi terendah,1,5396 dolar pada tengah perdagangan sore dari 1,5502, sesaat sebelum Trichet berkomentar.Kemudian naik menjadi 1,5413 dolar karena para pedagang menyeimbangkan beban prediksi nilai tukarnya sebelum turun kembali menjadi 1,5339 dolar. Euro terhuyung-huyung di tengah ulasan Trichet mengenai melemahnya pertumbuhan, memberikan kesan bahwa suku bunga mungkin turun. Ini membuat euro kurang menarik bagi para investor.

Tetapi, mata uang itu menguat ketika para pedagang fokus pada peringatan inflasi dia-yang membuka kemungkinan suku bunga naik sehingga dapat mendukung euro. "ECB tidak terlihat siap untuk membuka jalan kenaikan suku bunga. Inflasi akan mendorong lebih keras dan ECB mungkin menimbang muatan risiko ini," ujar Elga Bartsch dari Morgan Stanley and Company International.

"Sebuah kenaikan proyeksi inflasi ECB pada September dapat membuka jalan bagi kenaikan suku bunga dalam sisa waktu tahun ini," tambah Bartsch. ECB saat ini meramalkan inflasi zona euro 3,4 persen tahun ini dan 2,4 persen tahun depan. Di London Bullion Market, harga emas turun menjadi USD871,50 per ons dari USD879,50 pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Susi Susanti/Sindo/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4