Sektor Riil


Elpiji di Balikpapan Langka dan Mahal

Minggu, 10 Agustus 2008 - 19:37 wib
text TEXT SIZE :  
Amir Sarifudin - Okezone

BALIKPAPAN - Harga gas elpiji isi 12 kilogram pada sejumlah pengecer makin melambung di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yakni mencapai Rp90 ribu.

"Saya jual Rp90 ribu, kalau tidak mau ya cari di tempat lain, sekarang elpiji lagi kosong," kata seorang pengecer Sa'diyah warga kelurahan Prapatan, Minggu (10/8/2008).

Sa'diyah mengaku kaget karena harga elpiji naik drastis. Dia pun urung membeli elpiji karena uang yang dibawanya tidak cukup.  "Biasa saya beli memang sembilan puluh tapi itu sudah termasuk jasa antar ke rumah sekaligus dipasangkan, mau-mau gak pake minyak tanah dulu kan gak langka," katanya.
 
Kenaikan harga elpiji di Balikpapan ini mencapai Rp30 ribu untuk tabung 12 kilogram, padahal harga eceran tertinggi elpiji 12 kilogram yang ditetapkan Pertamina berkisar antara Rp70 ribu di tingkat agen dan Rp75 ribu di tingkat pengecer. "Gas lagi kosong mas, beberapa minggu ini pasokan sering telat," ujar beberapa pengecer di Kelurahan Prapatan. Balikpapan Selatan kepada okezone.
 
Seorang konsumen lain, Rumanah mengaku berapa pun kenaikan harga gas isi 12 Kg itu tetap akan dibeli, karena elpiji sudah menjadi kebutuhan pokok dalam rumah tangganya. "Kalau harus menunggu harga normal Rp75 ribu, berarti tidak masak dong. Jadi kenaikan sampai tiga puluh ribu tak masalah, yang penting barangnya ada," kata dia.
 
Menanggapi kelangkaan dan mahalnya gas elpiji itu, Kepala Disperindagkop Balikpapan M Yamin mengaku belum tahu secara pasti penyebab kelangkaan tersebut, dan menurutnya mahalnya harga elpiji diluar kontrol pemerintah dan Pertamina.
 
"Itu hukum pasar, kewenangan kita hanyalah pada pemantauan harga di agen-agen resmi saja tidak sampai ke pengecer," jelasnya. (mbs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4