Fiskal & Moneter


Investor Asing Diprediksi Serbu Pasar SUN

Minggu, 10 Agustus 2008 - 15:25 wib
text TEXT SIZE :  
Candra Setya Santoso - Okezone

JAKARTA - lnvestor asing diperkirakan bakal menyerbu pasar surat utang negara (SUN) dalam negeri, setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 9 persen.

Adapun asing tertarik SUN dalam negeri karena rentang (spread) antara BI rate dan suku bunga acuan The Federal Reserve AS semakin lebar.

"Kenaikan BI rate akan berdampak positif," kata Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan (Depkeu) Rahmat Waluyanto di Jakarta, Sabtu (9/8/2008).

Rahmat menjelaskan, lebarnya rentang antara suku bunga acuan BI rate dengan The Fed akan membuat investor mengalihkan investasinya ke Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena tingkat keuntungan yang diperoleh semakin tinggi.

"Sedangkan suku bunga acuan The Fed diperkirakan akan tetap pada tingkat 2 persen dalam jangka waktu lama. Gap yang semakin lebar akan menguntungkan investor asing serta memperkuat nilai tukar rupiah," ujar dia.

Berdasarkan data Depkeu, kepemilikan SUN oleh investor asing per 1 Agustus 2008 sempat turun Rp3,28 triliun dibandingkan 1 Juli 2008. Namun, secara keseluruhan kepemilikan asing per 1 Agustus 2008 meningkat menjadi Rp103,29 triliun (19,34 persen) dibandingkan pada 1 Januari 2008 sebesar Rp 79.07 triliun (16,61 persen).

Rahmat menambahkan, pemerintah tidak khawatir dengan peningkatan kepemilikan SUN oleh investor asing. Sebab sebagian besar investor asing masuk ke SUN dengan tenor jangka panjang.

Berdasarkan data per 1 Agustus 2008, asing paling banyak memegang SUN dengan jangka waktu lebih dari 10 tahun sebesar 45,6 persen, jangka waktu 5-10 tahun sebanyak 19,4 persen, jangka waktu 2-5 tahun 22,9 persen, dan jangka waktu 0-2 tahun sebanyak 12 persen.

"Itu menandakan kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia tinggi dan investor asing yang memegang SUN dalam jangka panjang tidak mudah terpengaruh gejolak pasar dalam negeri," paparnya. (ade)