BAGHDAD - Kementerian Perminyakan Irak berniat untuk kembali melakukan kerja sama dengan China, setelah lama terhenti menyusul sanksi dan serangan invasi militer Amerika Serikat.
Rencana tersebut sudah dilontarkan dalam pertemuan antara Menteri Perminyakan Hussein Al-Shahrsitani dengan Duta Besar China Chang Yi. Kedua negara akan menggarap lapangan minyak Irak yang terletak di Provinsi Wassit, sebelah selatan Baghdad.
"Irak dan China sepakat untuk membangun lapangan minyak Ahdab, setelah tertunda akibat invasi AS," ujar Al-Shahrsitani, seperti dikutip dari AFP, Senin (11/7/2008).
Pada 1997, China telah memenangkan tender penggarapan lapangan minyak al-Ahdab. Dalam kesepakatannya Negeri Macan Asia tersebut akan menggarap lahan selama 23 tahun. Proyek senilai USD700 juta ini akan memproduksi sekira 90 ribu barel per hari.
(rhs)