JAKARTA - Chief Economist Deutsche Bank Group Norbert Walter mengungkapkan, tingginya laju inflasi pada negara-negara yang masuk dalam kelompok emerging market merupakan impact dari tingginya suplai yang harus mereka keluarkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi global.
"Tahun 2007 lalu, kita percaya dan berharap emerging market menjadi pilar bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Itu betul dan menjadi kenyataan. Tapi ada efek samping yang harus mereka terima yaitu dorongan inflasi yang tinggi. Sama seperti tahun 1970-an," ujar Walter dalam dalam paparan 2008: Developed Countries Downswing-Emerging Markets Inflation Requires Restrictive Policies di Hotel Mid Intercontinental Jakarta, Rabu (13/8/2008).
Pada Juni lalu, laju inflasi year on year melonjak tinggi. China misalnya mencapai 7,1 persen, India 11,9 persen, Vietnam 26,8 persen.
Beberapa negara lain juga mencatatkan laju inflasi tinggi seperti Thailand 8,9 persen, Malaysia 7,7 persen, Filipina 11,4 persen, Pakistan 21,5 persen, Singapura 7,5 persen, Hong Kong 6,1 persen, dan Taiwan 5 persen.
(Zaenal Muttaqin /Sindo/ade)