foto: R Suryadi
SINJAI - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan.
Kelangkaan ini telah terjadi sejak satu minggu lalu, namun antrean kendaraan baru terjadi kemarin malam, pasalnya dari empat SPBU yang ada di Sinjai hanya satu SPBU yang memilik BBM yakni di SPBU Biringere.
Dari pantauan Sindo ketiga SPBU yang mengalami kelangkaan yakni SPBU Samataring Kecamatan Sinjai Timur, SPBU Persatuan Raya, dan SPBU Andi Pangeran Pettarani sudah tutup, sehingga pelanggan mendatangi SPBU Biringere, bahkan beberapa warga dari Kabupaten Bone juga datang mengantri BBM.
Di SPBU Biringere bahkan nyaris terjadi kericuhan, pasalnya salah seorang pelanggan yang sudah antre beberapa menit didahului oleh orang lain sehinggga sempat beradu mulut dengan petugas SPBU. Di SPBU Biringere antrean BBM terjadi sekitar Satu Kilometer, sementara di SPBU Biringere antrean terjadi sekira tiga Meter.
Pengawas SPBU Biringere, Wahid membenarkan jika kelangkaan BBM telah serjadi sejak sepekan, pasalnya pemberlakuan jatah pasokan BBM mulai diberlakukan sejak sepekan.
"Biasanya kami hanya measukkan permintaan dengan jumlah 32 Kilo Liter/ hari, namun sekarang saat diberlakukan penjatahannya kami hanya mendapat 16 kilo liter per hari khusus untuk bensin, sementara Solar juga langka sebab pasokannya 8 KL per hari," ungkap Wahid.
Sementara mengenai banyaknya pelanggan yang membawa jeriken, Wahid mengatakan jika pihaknya hanya melayani maksimal 10 liter, namun harus disertakan dengan surat pengantar dari kantor lurah.
Biasanya kata dia orang yang membawa jerigen adalah nelayan atau pekerja yang menggunakan mesin. Nelayan juga, kata Wahid sangat membutuhkan solar yang saat ini juga sudah mulai langka.
Salah seorang warga, Andi Bunga mengaku jika dirinya juga sempat kebinggungan mencari bensin, sebab sejak kemarin malam dia mencari bensin di tiga SPBU yang ada di dalam Kota Sinaji juga habis, sehingga tengah malam saat datang pasokan BBM di SPBU baru dia kembali mengantri. Harga eceran perbotol (satu liter) dijual dengan harga Rp7 ribu.
Terkait Kelangkaan tersebut, Pelaksana Tugas Dinas Perindustrian dan perdagangan (Plt Disperindag) Tayyieb A Mappasere yang juga assisten III Pemkab Sinjai saat hendak dikonfirmasi terkait langkah yang akan dilakukan Disperindag tidak berada di Sinjai. Menurut salah seorang stafnya Tayyieb sedang berada di Makassar guna keperluan Pameran produk lokal.
Sekretaris Komisi B Djamalulidin Asnawi mengatakan jika hal tersebut harus disikapi oleh Pemkab, "Disperindag dalam hal ini harus mencari solusi agar warga Sinjai tidak kekurangan jatah BBM," ungkap Djamal.
(Rahmi Djafar/Sindo/ade)