JAKARTA - Konsumsi BBM bersubsidi hingga Juli 2008 mencapai 23,3 juta kiloliter. Ini berarti sudah separuh lebih pagu volume dalam APBN-P 2008 sekira 39,8 juta kiloliter.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu mengatakan, tingginya jumlah konsumsi terutama disebabkan oleh borosnya pemakaian minyak tanah.
"Ini karena konversi minyak tanah ke elpiji belum berjalan sesuai target," ujarnya, di Gedung Depkeu, Jakarta, Rabu (13/8/2008).
Namun Anggito mengatakan, pemerintah akan terus berupaya menekan konsumsi BBM, terutama mempercepat konversi. Di sisi lain, penurunan minyak dunia terus berdampak positif untuk menekan konsumsi.
Bahkan, bila rata-rata harga elpiji sepanjang tahun berada di level 115,9 juta kiloliter akan didapat surplus penerimaan sekira Rp2,5-3 triliun. "Dengan surplus ini defisit APBN-P 2008 bisa diturunkan sampai 1,5-1,8 persen dari PDB," ujarnya.
Asumsi 1,8 persen tersebut dapat terealisasi dengan catatan apabila belanja kementerian dan lembaga terserap.
(Muhammad Ma'ruf/Sindo/rhs)