JAKARTA - Tingginya laju pertumbuhan ekonomi (GDP) selama kuartal II-2008 senilai 6,39 persen, tidak direspons oleh rupiah. Rupiah malah bergeming.
Rupiah pada perdagangan Kamis (14/8/2008), ditutup melemah hanya satu poin ke posisi Rp9.175 per USD.
Menurut Head Trading Bank Niaga Emanuel Kurniawan Kriswijayanto, stagnannya pergerakan rupiah ini disebabkan oleh penjagaan Bank Indonesia (BI). Sebab, nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terus menguat terhadap mata uang utama seperti euro dan yen.
"Kalau tidak dijaga rupiah justru bisa terpental ke Rp9.200 per USD," ujarnya saat dihubungi okezone, di Jakarta, Kamis (14/8/2008).
Dia mengatakan, pada perdagangan sesi pertama, rupiah hari ini sempat menyentuh Rp9.200 dan terendah di posisi Rp9.170 per USD.
(rhs)