JAKARTA - Persoalan krisis energi listrik menjadi perhatian DPR, utamanya keterbatasan pasokan listrik telah mengancam industri dalam negeri.
"Pemadaman listrik secara bergilir oleh PT Perusahaan Listrik (PLN) sungguh memprihatinkan," ujar Ketua DPR Agung Laksono dalam pidato Sidang Paripurna dengan agenda Pidato Kenegaraan Presiden RI Dalam Rangka HUT RI ke-63 sekaligus pengajuan Rancangan APBN Tahun Anggaran 2009, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (15/8/2008).
Hal ini disebabkan pemadaman telah terjadi di beberapa daerah dan sangat dikeluhkan oleh masyarakat. Hingga saat ini, terangnya, Dewan masih meragukan efektivitas dari pelaksanakan Surat Keptusan Bersama (SKB) 5 menteri tentang pergeseren waktu kerja bagi sektor manufaktur kepada hari Sabtu-Minggu.
"Dewan justru khawatir kebijakan ini justru kontra produktif. Krisis energi listrik yang melatarbelakangi diberlakukannya pemadaman bergilir dan keluarnya SKB 5 menteri," terangnya.
Agung menyatakan, menurut Dewan, penyebab utamanya karena tidak lancarnya ketersediaan batu bara yang cukup untuk kebutuhan dalam negeri
(jri)