JAKARTA - Kelangkaan minyak tanah di wilayah Jabodetabek sejak 17 Agustus kemarin akibat proses konversi penggunaan minyak tanah ke gas. Demikian dikemukakan Kepala Divisi Humas Pertamina Wisnuntoro di Bandung, Jawa Barat, Senin (18/8/2008).
Pertamina melihat masyarakat belum siap untuk menerima program konversi elpiji. Wisnu menegaskan kelangkaan ini jangan dilihat karena ada penimbunan minyak tanah, trasnportasi tersendat. Karena menjelang 2009, Pertamina menargetkan tidak ada lagi minyak tanah bersubsidi.
Target pemerintah untuk program konversi tabung elpiji pada September hingga Desember 2009 yakni membagikan 42 juta tabung gas ke warga yang sekarang mendapatkan minyak tanah bersubsidi.
"Orang-orang yang sekarang pakai minyak tanah besubsidi akan dikonversi ke gas. Untuk seluruh Indonesia sebanyak 42 juta tabung gas akan didistribusikan, khususnya ke masyarakat tidak mampu, yang kemarin menerima BLT," ujarnya.
(jri)