ist
JAKARTA - Sejumlah BUMN seperti PT Garuda Indonesia, PT Indonesia Power, dan PT Pembangkit Jawa-Bali akan diprivatisasi melalui penjualan saham ke pubik (IPO) pada 2009.
"Sektor perkebunan (yang potensial). Kemudian yang lain adalah Garuda. Anak perusahaan PLN yaitu Indonesia Power dan PJB juga bisa," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Jakarta, Minggu (17/8/2008).
Untuk Indonesia Power dan PJB, menurut Sofyan, sebelum dilepas perlu menyelesaikan hubungan dengan perusahaan induknya. Sebab, PLN banyak berutang kepada kedua perusahaan tersebut.
"Kalau utang belum lunas, kan repot. Tapi kalau sudah lunas dan hubungannya sudah seperti hubungan selayaknya satu perusahaan dengan perusahaan lain, maka Indonesia Power dan PJB sangat potensial untuk di go public-kan," paparnya.
"Jika go public 30 persen saja, mereka bisa dapat uang belasan triliunan. Dengan demikan, mereka dapat bangun proyek 10 ribu MW kedua setengahnya. Jadi , kita perlu equity, daripada dipegang banyak-banyak, tapi nilainya tidak banyak," tambah Sofyan.
Untuk BUMN sektor perkebunan, menurut dia, bisa diminta untuk menjual sahamnya agar lebih berkembang, selama harganya bagus. "Coba kalau kemarin-kemarin bisa go public, pasti luar biasa harganya," imbuhnya.
Untuk BUMN energi seperti Pertamina mungkinkah 2009 go public? "Nggak. Tapi Pertamina terus mempersiapkan diri untuk menjadi nonlisted di bursa. Pertamina juga sudah harus menggunakan e-procurement," jelas dia.
Dijelaskannya, penjualan saham BUMN bertujuan untuk membuat BUMN menjadi lebih kompetitif.
"Kalau nggak ada modal, BUMN akan kalah bersaing. Pokoknya ada beberapa yang sudah diindikasi. Makanya nanti kita akan ajukan ke komite privatisasi akhir tahun," tambahnya.
(jri)