ist
SYDNEY - Keuntungan bersih salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia, BHP Billiton, naik 12,4 persen atau menembus USD15,4 miliar hingga akhir Juni 2008.
Seperti dilansir BBC, Senin (18/8/2008), BHP memprediksi permintaan terhadap komoditas tambang akan terus berlanjut dalam jangka panjang, namun ekonomi global akan melambat di jangka pendek.
Peningkatan produksi tembaga dan bijih besi memicu keuntungan BHP. Tapi BHP menyatakan kenaikan harga minyak dan komoditas tambang memberi sumbangan terhadap penerimaannya. Hal itu juga menutupi biaya produksi. Harga komoditas turun sejak beberapa pekan ini. Namun, BHP yakin bahwa itu buka suatu masalah.
"China adalah negara yang memiliki tingkat permintaan tinggi, meski di sana terjadi perlambatan ekonomi. Kami yakin bahwa kondisi itu akan berlanjut sejalan dengan adanya peningkatan permintaan dalam beberapa dekade," ujar Kepala Pelaksana BHP, Marius Kloppers.
BHP juga menyatakan bahwa permintaan yang turun di negara berkembang tertutup dengan adanya permintaan yang naik di negara emerging ekonomi.
(jri)