JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Gapmmi optimistis pertumbuhan ekspor akan mencapai 12 persen pada akhir 2008.
Ketua Umum Gapmmi Thomas Darmawan mengatakan, target ekspor itu masih realistis mengingat tingginya harga komoditas, seperti biji-bijian."Nggak terlalu sulit untuk mencapai target tersebut apalagi permintaan pasar dunia terhadap produk makanan dan minuman meningkat," katanya belum lama ini.
Menurut Thomas,meski pungutan liar (pungli) masih ada namun masalah itu tidak akan berpengaruh banyak terhadap ekspor baik migas dan non migas. Apalagi, lanjutnya, pihak pemerintah sudah melakukan tindakan tegas kepada aparat yang melakukan pungli
Sedangkan pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Mudrajat Kuncoro mengatakan target pertumbuhan ekspor itu masih bisa ditingkatkan. Mudrajat menyebutkan pertumbuhan ekspor harusnya di atas 12 persen.
Menurutnya,harga komoditas bahan tambang dan pertanian sedang tinggi-tingginya. "Indonesia memiliki kemampuan untuk mencapai pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi dari 12 persen," ujarnya.
(Eko Budiono /Sindo/rhs)