Fiskal & Moneter


Bunga Utang Tembus Rp100 Triliun

Selasa, 19 Agustus 2008 - 11:14 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Untuk pertama kalinya pembayaran bunga utang pemerintah diperkirakan akan menembus angka Rp100 triliun pada tahun depan.

Dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009 pembayaran utang diproyeksikan mencapai Rp110,3 triliun.

Jumlah ini adalah 13,5 persen dari alokasi belanja pemerintah pusat yang direncanakan pada 2009 sebesar Rp818,2 triliun. Pada kurun waktu 2005 - 2008 nominal pembayaran bunga utang terus meningkat rata-rata Rp31,8 triliun, atau tumbuh 14,1 persen per tahun, yaitu sebesar Rp65,2 triliun pada 2005 dan diperkirakan sebesar Rp97 triliun pada tahun ini.

Seperti kecenderungan sejak 2005 hingga 2008, lebih dari 65 persen porsi pembayarannya dipakai untuk bunga Surat Berharga Negara (SBN) dalam negeri, dan sisanya bunga utang luar negeri, yang terdiri dari bunga SBN internasional dan pinjaman luar negeri.

Bunga untuk SBN diantaranya terdiri dari tingkat bunga saat diterbitkan, diskon penerbitan, dan biaya penerbitan. Diskon dan penerbitan SBN adalah biaya bunga, agar hasil penerbitan SBN tetap dalam nilai nominalnya.

Dalam empat tahun terakhir nominalnya terus membengkak rata-rata Rp23,7 triliun setiap tahunnya. Ini karena outstanding SBN domestik bertambah dari Rp652,9 triliun pada akhir 2004 dan diproyeksikan menjadi Rp737,1 triliun pada akhir tahun 2008. Ditambah, naiknya penerbitan SBN domestik (neto) dari sebesar negatif Rp2 triliun triliun pada tahun 2005 menjadi Rp75,9 triliun pada 2008, dan kenaikan rata-rata yield penerbitan SBN dari sebesar 11,1 persen pada 2005 menjadi sebesar sekitar 13 persen pada tahun ini. (Muhammad Ma'ruf/Sindo/rhs)