NEW YORK - Akhirnya harga minyak kembali turun. Harga minyak mentah kini berada di bawah level USD113 per barel.
Penyebab utama penurunan harga minyak mentah itu adalah meredanya serangan badai tropis Fay dan badai itu juga tidak sampai menyentuh fasilitas produksi minyak Amerika Serikat di Teluk Meksiko.
Harga minyak mentah, pada di New York Mercantile Exchange saat penutupan perdagangan Senin 18 Agustus waktu setempat, jenis light sweet untuk pengiriman September akhirnya ditutup turun 90 sen menjadi USD112,87 di New York Mercantile Exchange, setelah sempat naik di level USD115,35.
Penurunan di level USD113 ini adalah yang pertama sejak 1 Mei lalu. Sementara akhir pekan lalu harga minyak mentah ditutup pada USD113,77 per barel, sekitar USD35, atau 24 persen, lebih rendah dari rekor tertinggi USD147,27 yang terjadi pada 11 Juli lalu.
Sementara koreksi tipis terhadap USD terhadap euro, telah menahan harga minyak tidak melorot terlalu jauh. Melemahnya dolar biasanya langsung mendongkrak harga minyak mentah karena investor memburu minyak sebagai hedging menghadapi inflasi.
Seperti dikutip Associated Press (AP) Selasa (19/8/2008), sejumlah analis mengatakan, jika tren penguatan terus berlanjut dalam beberapa pekan mendatang, itu akan memberi tekanan pada harga minyak.
Sementara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memprediksi penurunan permintaan terhadap minyak akan mampu menahan harga minyak melambung.
Dalam laporan bulanannya, OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia tahun ini akan tumbuh satu juta barel per hari, berkurang 30 ribu barel per hari dari perkiraan permintaan sebelumnya untuk 2008.
OPEC juga menyebutkan pertumbuhan pada 2009 akan berada di level 900 ribu barel per hari, yang akan menjadi pertumbuhan permintaan terendah sejak 2002.
Namun, pasar akan terus memantau perkembangan dari konflik antara Rusia dan Georgia, yang dikhawatirkan mengancam pasokan minyak mentah dari kawasan Kaspia menuju Eropa.
Selain itu, para pelaku pasar juga mengamati situasi di Pakistan terkait dengan pemakzulan Presiden Pervez Musharraf dan pengumuman pengunduran dirinya, Senin (18/8/2008), yang dikhawatirkan memicu gejolak politik.
Di London, harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun 61 sen menjadi USD111,94 per barel.
(rhs)