JAKARTA - Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) menilai sektor industri berperan strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi. Sebab, sektor ini terkait langsung dalam menciptakan lapangan kerja, menambah penghasilan, dan mengurangi kemiskinan.
"Sektor industri mempunyai peran yang strategis untuk meningkatkan daya saing ekomoni Indonesia," ujar Wakil Ketua Kadin Indonesia Anthon Riyanto, di sela seminar Kebangkitan Daya Saing Nasional Indonesia, di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (20/8/2008).
Kadin melihat, sejumlah pengamat ekonomi sering menginterpretasikan daya saing sebagai keberhasilan dari ekonomi makro, seperti nilai tukar, tingkat bunga, dan defisit pemerintah.
Di samping itu, pengamat juga menilai daya saing ditentukan dengan adanya jumlah tenaga kerja yang banyak dan murah, sumber daya alam yang banyak, intervensi kebijakan pemerintah, dan gaya manajemen perusahaan.
"Itu semua penting untuk mewujudkan daya saing ekonomi. Tapi itu bukan persoalan utama dalam sistem perekonomian. Sumber utama peningkatan daya saing adalah peningkatan produktivitas di sektor industri," ujarnya.
Sementara itu, Kadin menilai, persoalan peningkatan daya saing merupakan persoalan serius. Daya saing yang buruk menyebabkan perekonomian rentan terhadap gejolak eksternal.
Sebaliknya, daya saing yang baik akan membuat perekonomian segera keluar dari krisis. "Ekonomi yang berdaya saing yakni ekonomi yang melahirkan perusahaan kelas dunia. Perusahaan tidak hanya mampu bersaing dengan pesaing asing di pasar domestik, tapi juga mampu melakukan penetrasi dan bersaing di pasar internasional," urainya.
(ade)