JAKARTA - Untuk menggenjot devisa dari pariwisata, pemerintah mencanangkan Visit Indonesia Year pada tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, target turis yang datang dipatok sampai tujuh juta orang. Sayangnya, program dan target setinggi langit itu tidak didukung dengan kebijakan yang lebih menarik bagi turis mancanegara.
"Pemerintah belum menyediakan penunjang bagi suksesnya program nasional bertajuk Visit Indonesia Year 2008. Kalau ingin menjadikan negara kita menjadi tujuan belanja para wisatawan maka kita harus mencontoh negara lain yang telah sukses dalam hal ini seperti Singapura dan Thailand," terang Handaka Santosa, CEO Senayan City, melalui telepon genggamnya pada Rabu (20/8/2008).
Menurut Handaka, turis asing yang berbelanja ke negara wisata akan dikembalikan PPN-nya sebelum kembali ke negaranya. Tapi, di Indonesia, tidak ada insentif seperti ini. PPN dari turis tetap masuk ke kantong negara. Ini, lanjut Handaka, bisa menjadi salah satu penyebab banyak turis enggan datang ke Indonesia.
Begitu juga PPnBM. Handaka berpendapat kalau PPnBM yang dikenakan kepada produk impor kebesaran. Sekadar informasi, PPnBM untuk produk impor saat ini sebesar 40 persen. Mestinya, lanjut Handaka, PPnBM berkisar 0-5 persen saja.
Dengan adanya PPnBM yang tinggi tersebut, akibatnya produk impor di sini kalah bersaing daripada di negara lain. "Produk impor yang kita jual lebih mahal daripada harga jual produk impor sejenis di Singapura," tegas Handaka.
Sejatinya, Senayan City mendukung penuh program Visit Indonesia Year 2008. Ini dibuktikan dengan beragam program yang diadakan dan produk yang disediakan. Mall yang berada di bawah Agung Podomoro Group ini memiliki tiga gerai terbesar di Asia Tenggara yaitu Debenhams, Best Dinki, dan Fitness First.
Tidak hanya produk luar negeri, produk nasional seperti batik di butik Allure pun tersedia di Senayan City. Selain itu, selama perayaan Kemerdekaan HUT ke-63 RI, Senayan City menggelar karya pengrajin tembikar terkenal Indonesia F Widayanto seperti ukiran keramik, mainan tradisional, perhiasan patung, ukiran kayu, tembikar, dan layangan Bali.
Tidak heran, pengunjung Senayan City pada 2008 telah mencapai 35 ribu orang per harinya. Padahal, pada tahun lalu, pengunjung pusat perbelanjaan yang akan berumur dua tahun ini pada September mendatang mencapai 27 ribu orang per hari.
Sampai kini, turis asing yang berbelanja ke Senayan City diperkirakan Handaka mencapai 25 persen dari total pengunjung. Dia menargetkan peningkatan pengunjung Mall yang ingin menjadi The World Class Shopping Destination ini berkisar antara 15-20 persen per tahun.
(Whisnu Arto Subari/Trust/mbs)
Sektor Riil
Kembalikan Pajak Bagi Turis Asing
Rabu, 20 Agustus 2008 - 15:18 wib
Berita Lain
-
Rabu, 15/10/2008 14:10
Pertamina Ingin Tambah Kepemilikan di West Madura -
Rabu, 15/10/2008 13:10
Harga ICP Tak Turun, BBM Ikut-Ikutan -
Rabu, 15/10/2008 12:10
Harga Jual Turun Drastis
Petani Kopi, Sawit, & Kakao di Lampung Menjerit -
Rabu, 15/10/2008 11:10
GKBI Protes Peredaran Batik China -
Rabu, 15/10/2008 11:10
Korea Desak Perpanjangan Kontrak LNG RI -
Rabu, 15/10/2008 10:10
Proyek Pembangkit Listrik Berpotensi Diambil Asing -
Selasa, 14/10/2008 14:10
Krisis Ekonomi Global
Apersi: Sektor Properti Masih Aman -
Selasa, 14/10/2008 12:10
Imbas Krisis Global
Program untuk Daerah Tertinggal Dikhawatirkan Terhambat -
Selasa, 14/10/2008 10:10
Pelaku Usaha Optimistis Hadapi Krisis -
Senin, 13/10/2008 20:10
Ekspor Perikanan Oktober-Desember Tak Menentu