JAKARTA - Suatu organisasi di sektor bisnis dan industri, saat ini sedang berusaha meningkatkan kinerja untuk mendongkrak produktivitas. Kadin menilai, usaha itu dilakukan tidak sejalan dengan kebutuhan bisnis industri.
"Perusahaan perlu menerapkan metode pengukuran yang dapat menganalisis apa yang perlu diperbaiki. Hal ini untuk mencapai mutu yang tinggi," kata Wakil Ketua Kadin Indonesia Anthon Riyanto, di sela seminar Kebangkitan Daya Saing Nasional Indonesia, di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (20/8/2008).
Menurutnya, salah satu model pengukuran yang sedang disosialisasikan oleh Kadin Indonesia ke perusahaan yakni Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE).
Sebelumnya, pada 3 Juli lalu, Kadin Indonesia menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Indonesian Quality Award Foundation (IQA Foundation) mengenai Program Peningkatan Daya Saing Global Perusahaan menggunakan Metoda MBCfPE.
Metode ini terbukti bisa meningkatkan daya saing perusahaan di AS, Eropa, Asia, Australia, New Zealand dan lainnya.
Sementara di Indonesia, sekira 30 perusahaan khususnya BUMN antara lain PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Pertamina, PTPN III, BNI, PT Wijaya Karya Tbk (Wika), dan Petro Kimia Gresik sudah menerapkannya sejak lima tahun terakhir.
"MBCfPE memiliki tiga kriteria untuk meningkatkan daya saing perusahaan yakni memperbaiki cara bekerja, sarana informasi dan komunikasi tentang mengelola perusahaan, berfungsi sebagai alat kerja dalam mengelola kinerha dan sebagai panduan rencana," ujarnya.
(ade)