JAKARTA - Harga minyak mentah yang kembali menguat membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) ikut-ikutan menguat. Sebab, saham pertambangan menjadi terkerek.
Hal tersebut terjadi setelah hari sebelumnya naik di atas level USD114 per barel menyusul melemahnya dolar AS terhadap euro.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (20/8/2008) ditutup menguat 17,64 poin atau 0,86 persen ke posisi 2.060,14.
Sementara, untuk indeks LQ45 naik 5,23 ke posisi 424,4 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 5,95 ke posisi 332,06.
Volume perdagangan terpantau 849 juta saham senilai Rp1,15 triliun. Saham yang ditutup menguat 83 jenis saham, melemah 61 jenis saham, dan 60 jenis saham stagnan.
Saham-saham yang ditutup meningkat atau top gainer, antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp650 ke posisi Rp22.950, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp650 ke posisi Rp13.050, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp350 ke posisi Rp16.300, dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) naik Rp350 ke posisi Rp2.400.
Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp350 ke posisi Rp5.450, PT Smart Tbk (SMAR) turun Rp225 ke posisi Rp3.775, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp150 ke posisi Rp19.850, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp100 ke posisi Rp5.750.
(ade)