NEW YORK - Wall Street kembali tampil memburuk selama dua hari belakangan ini, menyusul tingginya inflasi dan lesunya pembangunan rumah baru. Hal ini membuat investor yakin ekonomi AS belum bangkit. Kondisi itu membuat indeks Dow Jones anjlok hingga 130 poin.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Produsen yang naik 1,2 persen pada Juli, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan perkiraan pasar, dan mendongkrak laju tahunan ke level tertinggi dalam 27 tahun.
Apalagi ditambah dengan harga minyak mentah yang rebound, pasar semakin cemas. Belakangan ini pasar sudah dicemaskan oleh sektor keuangan yang belum juga pulih dan kredit juga belum lancar.
Tingginya tingkat pengangguran dan ambruknya penjualan rumah sudah cukup menjadi bukti bahwa ekonomi AS masih linglung.
Akibat dari itu semua, indeks Dow Jons jatuh 130,84 menjadi 11.348,55, setelah sehari sebelumnya rontok 180 poin. Itu merupakan kinerja terburuk dalam dua hari pedagangan untuk indeks saham-saham unggulan sejak akhir Juni lalu.
Sementara indeks Standard & Poor's 500 melorot 11,90 menjadi 1.266,70, dan indeks Nasdaq turun 32,62 menjadi 2.384,36.
(rhs)