JAKARTA - Harga minyak mentah dunia telah menghanyutkan perdagangan Jepang. Tak tanggung-tanggung, surplus perdagangan Negeri Sakura ini ambles 86,6 persen menjadi 91,1 miliar yen atau setara dengan USD830 juta.
Departemen Keuangan Jepang menjelaskan, impor meningkat tajam 18,2 persen menjadi 7,54 triliun yen sedangkan nilai ekspor tumbuh 8,1 persen menjadi 7,63 yen.
Seperti dikutip dari AFP, Kamis (21/8/2008), hal ini disebabkan oleh turunnya nilai ekspor sektor automotif sekira 11,7 persen. Padahal, sektor tersebut merupakan salah satu kunci utama perekonomian Jepang.
Pasar Uni Eropa yang merupakan tujuan ekspor utama hanya tumbuh 4,1 persen. Sedangkan impor Eropa turun 6,3 persen menjadi 658,4 miliar yen.
(rhs)