JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan memfokuskan diri pada penurunan laju inflasi hingga satu digit. Untuk itu Bank Sentral akan menjaga keseimbangan antara suplai dan demand.
Gubernur BI Boediono menyatakan, keseimbangan suplai dan demand merupakan muara pergerakan ekonomi Tanah Air. Dicontohkan, tersendatnya laju pertumbuhan ekonomi, itu adalah karena kendala dari sisi suplai, seperti jalanan yang terus macet.
"Jadi tidak ada masalah dari sisi demandnya," tuturnya Boediono seusai salat Jumat di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (22/8/2008).
Sedangkan jika melihat pengalaman pada Pemilu 2004, itu terjadi perputaran uang yang lumayan besar, jadi artinya tidak akan ada kekurangan agregat demand.
Keseimbangan harga, lanjutnya, juga sebagai prioritas utama antara BI dan pemerintah. "Karena pertumbuhan ekonomi kita lumayan baik," lanjut Boediono.
(ade)