ekonomi global


Pemangkasan Suku Bunga The Fed Kesalahan Besar

Minggu, 24 Agustus 2008 - 12:48 wib
text TEXT SIZE :  
Ayyi Ahmad Hidayah - Okezone

NEW YORK - Menurut salah seorang mantan pegawai Bank of England, keputusan The Federal Reserve's untuk memotong suku bunga acuan dalam merespons krisis pasar finansial yang terjadi di AS sepanjang satu tahun terakhir merupakan sebuah kesalahan yang besar. Hal tersebut bisa menyebabkan angka inflasi melambung lebih tinggi.

Dalam presentasi tertulisnya di hadapan Federal Reserve's Annual Conference di Jackson Hole, Wyoming, profesor bidang ekonomi dari The London School Willem Buiter membantah keras tindakan The Fed yang dianggapnya telah melakukan kesalahan dalam mengantisipasi efek krisis pasar properti di AS.

"The Fed terlalu reaktif dalam menghadapi perlambatan aktivitas ekonomi, mereka memotong suku bunga acuan terlalu cepat dan terlalu dalam, serta tentu saja sangat berisiko untuk menyebabkan inflasi yang lebih tinggi," ungkapnya dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari Reuters, Minggu (24/8/2008).

Seiring dengan kenaikan suku bunga pada sektor kredit perumahan dan jatuhnya harga rumah di AS berimbas pada nilai aset keuangan di seluruh dunia selama setahun terakhir ini. The Fed memotong suku bunga rata-ratanya dari 5,25 persen pada musim panas pertengahan tahun lalu menjadi rata-rata 2 persen.

Menurutnya, kebijakan memangkas suku bunga merupakan alat yang kurang efektif dalam menyelesaikan masalah likuiditas dan isu-isu solvabilitas.

Sama halnya dengan peningkatan suku bunga pada kredit perumahan, jatuhnya harga rumah di AS juga berimbas pada penurunan nilai modal finansial keseluruhan pada satu tahun terakhir.

Buiter juga setuju dengan konsensus umum The Fed yang kini mulai dipertanyakan, bahwa gelembung harga aset tidaklah cukup untuk membuat sebuah kebijakan moneter. (ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4