foto: Istimewa
JAKARTA - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) resmi menunjuk Holcim White (HW) sebagai agen pemasaran Oil Well Cement (OWC). Dengan menggunakan HW, perseroan berharap penjualan OWC bisa meningkat dua kali lipat hingga akhir tahun.
"Penjualan OWC saat ini adalah 25 ribu ton per tahun. Adanya HW akan membuat penjualan menjadi 50 ribu ton per tahun," ujar Presiden Direktur SMCB Tim Mackay, di Jakarta, Senin (25/8/2008).
Penunjukan HW tersebut telah disetujui para pemegang saham, sehingga HW bisa segera melakukan pemasarannya pada kuartal III-2008. Dengan harga jual saat ini yang berkisar USD120-140, diperkirakan pendapatan Holcim dari OWC adalah USD60-70 juta. "HW memiliki reputasi bagus dan jaringan yang baik di seluruh dunia," tukas Mackay.
Sementara itu, untuk pemasaran awal, HW akan menjual OWC Holcim kepada pasar domestik. Selanjutnya, pemasaran akan ditingkatkan ke wilayah Asia Tenggara. "Untuk tahun-tahun berikutnya, volume penjualan diperkirakan double digit," terang Mackay optimistis.
HW sendiri merupakan anak perusahaan dari Holcim International, dan berdomisili di Swiss. Sehingga dalam beberapa tahun mendatang penjualan OWC akan lebih banyak ke pasar global. Sebab, pasar OWC sendiri lebih banyak di market regional. Produk ini banyak digunakan industri minyak dan gas bumi internasional.
"Pendapatan dari ekspor OWC dalam USD akan menambah likuiditas perusahaan untuk membayar hutang dalam mata uang asing," ujar Mackay.
Dalam kontrak perjanjian kerjasama tersebut, HW mendapat bagian 10 persen dari penjualan yang dilakukannya. Untuk produksi OWC sendiri, Holcim telah memiliki pabrik penggilingan di Ciwanda, Cilegon yang memiliki kapasitas produksi 600 ribu ton. Perseroan baru mengakuisisi pabrik tersebut pada Mei 2008 ini. "Pabrik inilah yang akan memproduksi OWC," jelas Direktur Hukum dan Korporasi Jannus O Hutapea.
Total Kapasitas produksi semen perseroan saat ini mencapai 7,9 juta ton, yang berasal dari dua pabrik di Narogong, Jawa Barat dan Cilacap, Jawa Tengah. "Pada akhir tahun ini, perseroan juga akan membangun pabrik baru di Tuban yang akan memberi penambahan kapasitas 2,5 juta ton. Sehingga pada 2010, kapasitas produksi perseroan diperkirakan mencapai 10,5 juta ton," terang Jannus.
(Juni Triyanto /Sindo/ade)