JAKARTA - Pemerintah menjamin tidak ada lagi jalan nasional pada tahun depan yang mengalami kondisi rusak berat. Di samping itu, ditargetkan panjang lajur kilometer (km) jalur nasional pada akhir 2009 mencapai 86.510 kilometer atau bertambah sekira 12 ribu km dibanding pada 2005.
Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jawaban pemerintah mengenai pandangan umum fraksi-fraksi DPR tentang nota keuangan RAPBN 2009.
"Persentase kondisi jalan nasional yang rusak semakin berkurang yakni dari 11 persen dari panjang nasional pada 2005 menjadi sekira 8,45 persen pada 2007," ujar Menkeu, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2008).
Pada 2009, Departemen Pekerjaan Umum tetap memberikan alokasi yang terbesar, untuk memperkuat daya dukung infrastruktur jalan, di antaranya pada program-program berikut.
Pertama, program rehabilitasi jalan dan jembatan sepanjang 24.827 km dan jembatan sepanjang 29.441 meter.
Kedua, peningkatan atau pembangunan jalan dan jembatan di jalur lintas Sumatra, Pantura Jawa, Trans Kalimatan, Trana Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua sepanjang 1.844 kilometer.
Ketiga, dukungan pembangunan jalan tol termasuk untuk kebutuhan pengadaan tanah konstruksi Solo-Kertosono, Cisandawu, Kualanamo-Medan, Tebing Tinggi, dan implementasi kebijakan landcaping.
Sri Mulyani mengatakan, pemerintah cukup serius untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, guna mendukung target pertumbuhan ekonomi.
Pada 2005, anggaran yang dialokasikan untuk prosedur hanya Rp19,68 triliun. Namun pada tahun depan naik menjadi Rp63,78 triliun atau naik 224,08 persen.
(Muhammad Ma'ruf/Sindo/rhs)