JAKARTA - Ritel modern yang tumbuh pesat berpotensi menghambat pertumbuhan ritel tradisional.
Adapun ritel tradisional menjadi tersingkir, karena umumnya merupakan usaha kecil. Selain itu kehadiran ritel modern berpotensi mengeksploitasi pemasok.
"Ritel modern selain membawa dampak positif juga menyebabkan dampak sosial ekonomi yang besar," kata Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Iqbal, di sela diskusi terbatas Mencermati Penyalahgunaan Posisi Dominan dalam Industri di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, Selasa (26/8/2008).
KPPU menilai, ritel tradisional menjadi tersingkir karena umumnya merupakan usaha kecil. "Peritel tumbuh dengan market power yang mendikte pasar. Sehingga terjadi ketidakseimbangan daya tawar antara peritel dan pemasok," jelasnya.
Di samping itu, adanya potensi persaingan usaha tidak sehat muncul dalam bentuk penyalahgunaan market power. "Hal ini antara lain muncul dalam trading term antara peritel dan pemasok. Kasus Carrefour menjadi bukti hal itu," ungkapnya.
Carrefour menghalangi pesaingnya dengan menerapkan persyaratan minus margin yang mengakibatkan salah satu pemasok menghentikan pasokannya ke pesaing Carrefour yang menjual dengan harga lebih murah dibanding harga jual di Carrefour.
(ade)