JAKARTA - Departemen Keuangan menyerap hasil lelang 3 seri Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp2,463 triliun. Ketiga obligasi tersebut yakni SPN20090731 (reopening), FR0036 (reopening), dan FR0050.
Menurut Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu, saat ini likuiditas pasar terutama bank sangat ketat. Hal ini terlihat dari jumlah Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang semakin turun. Perbankan pun menjadi berlomba-lomba menaikkan bunga deposito, karena cost of fund naik.
"Akibatnya bid yields untuk SUN naik, agar return dapat mengkompensasi naiknya cost of funds," ujarnya, dalam pesan singkatnya kepada okezone, di Jakarta, Selasa (26/8/2008).
Rahmat menjelaskan, untuk lelang SUN seri SPN20090731 (reopening) jumlah penawaran yang masuk Rp2,056 triliun, yield terendah 10,5 persen yield tertinggi 11 persen, yield rata-rata tertimbang 10,695 persen jumlah nominal yang dimenangkan Rp1,712 triliun, nominal kompetitif Rp856 miliar, nonkompetitif Rp856 miliar, tanggal jatuh tempo 31 Juli 2009, dan bid to cover ratio 1,20.
Untuk FR0036 (reopening), jumlah penawaran yang masuk Rp2,68 triliun, yield terendah 12,15625 persen, yield tertinggi 12,5 persen, yield rata-rata tertimbang 12,23 persen, jumlah nominal yang dimenangkan Rp1,5 miliar, nilai kompetitif Rp1,5 miliar, tanggal jatuh tempo 15 September 2019, bid to cover ratio 1,79.
Untuk FR0050, jumlah penawaran yang masuk Rp949 miliar, yield terendah 12,46 persen, yield tertinggi 12,9 persen, yield rata-rata tertimbang 12,5 persen, jumlah nominal yang dimenangkan Rp750 miliar, nilai kompetitif Rp730 miliar, nonkompetitif Rp20 miliar, tanggal jatuh tempo 15 Juli 2038, dan bid to cover ratio 1,27.
(rhs)
Fiskal & Moneter
Lelang 3 SUN, Depkeu Serap Rp2,463 T
Selasa, 26 Agustus 2008 - 17:00 wib
Berita Lain
-
Selasa, 14/10/2008 18:10
LPS Tidak Dapat Modal Tambahan -
Selasa, 14/10/2008 18:10
ICW: Perppu Atasi Krisis Belum Layak -
Selasa, 14/10/2008 17:10
5 Langkah BI Jaga Likuiditas -
Selasa, 14/10/2008 15:10
Permintaan Penurunan Eskalasi Kurang Tepat -
Selasa, 14/10/2008 15:10
Panggar DPR Khawatirkan RI Krisis Likuiditas -
Selasa, 14/10/2008 13:10
BI Harus Hold BI Rate di 9,5 Persen -
Selasa, 14/10/2008 12:10
Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 6,1% Terlalu Tinggi -
Senin, 13/10/2008 18:10
Sri Mulyani: Perusahaan Bangkrut, Jangan Salahkan Pemerintah -
Senin, 13/10/2008 17:10
Penghitungan Pembayaran Royalti Batu Bara Kelar November -
Senin, 13/10/2008 16:10
Pemerintah Tolak Permintaan Penyesuaian Eskalasi Proyek