Fiskal & Moneter


Dirjen PU: Membandingkan ORI dengan Deposito Itu Salah!

Selasa, 26 Agustus 2008 - 19:02 wib
text TEXT SIZE :  
Mochammad Wahyudi - Okezone

JAKARTA - Pemerintah ingin meluruskan pemahaman publik yang salah tentang Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 005 yang dibandingkan dengan deposito.

Maklum, saat ini penjualan ORI seri 005 masih jauh dari target lantaran salah satunya disebabkan oleh investor individu masih berkeinginan untuk berinvestasi di instrumen yang aman dan sudah familiar, seperti deposito.

"Saat ini kami ingin meyakinkan pada calon investor bahwa kalau mereka membandingkan ORI dengan deposito itu salah," ucap Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, saat jumpa pers usai Peluncuran Perdana Sukuk Negara, di Jakarta, Selasa (26/8/2008).

Menurut Rahmat, sebenarnya ada dua hal yang membuat ORI lebih menguntungkan ketimbang deposito. Pertama, deposito itu hanya untuk jangka pendek. Misalnya suku bunganya 8 persen sedangkan inflasi 11 persen, maka investor kemungkinan besar akan mendapatkan yield yang tidak tinggi, bahkan negatif.

Kedua, masalah jaminan, yakni jika investor mendeposit uangnya di sebuah bank dengan bunga 11 persen, sementara Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya menjamin suku bunga 8,75 persen. Maka, bunga yang 2,25 persen tidak akan dijamin.

"Atau jika investor mendeposit uangnya di bank lebih dari Rp100 juta, itu enggak aman. Karena yang bisa dijamin itu hanya sampai dengan Rp100 juta. Sementara ORI dijamin pemerintah," ucapnya. (ade)