Finance


Profit Taking Bayangi Lantai Bursa

Rabu, 27 Agustus 2008 - 07:13 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (27/8/2008) diprediksi kembali mengalami tekanan menyusul masih fluktuatifnya harga minyak mentah dunia.

"Hari ini IHSG masih tetap mengalami sentimen negatif seperti kemarin," kata analis Paramitra Alfa Securites Gina Nasution, di Jakarta.

Menurutnya, meski harga minyak kemarin naik 51 sen menjadi USD115,11 per barel dari sebelumnya USD114, namun pelaku pasar menilai harga minyak tersebut masih berfluktuatif. Hal ini menyebabkan pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking).

"Naiknya harga minyak memang memberikan sentimen positif tapi terbatas," katanya.

Gina memprediksi, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini akan berada di kisaran 2.277 poin untuk support dan 2.129 poin untuk resistance. Adapun untuk rekomendasi saham pilihan dia menyarankan pelaku pasar dapat mengoleksi saham PT Perusahaan Gas dan Negara Tbk (PGAS), PT United Tractor Tbk (UNTR), PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Berikut analisa perdagangan dari perusahaan sekuritas:
Optima Securities
Indeks terkoreksi 19 poin keposisi 2.107 setelah menguat empat hari berturut-turut. Sepinya transaksi menandakan investor masih enggan masuk bursa atau menunggu sentimen positif khususnya harga komoditas.  

Indeks diperkirakan bergerak dikisaran 2.090-2.120 dengan pilihan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Timah Tbk (TINS), PT Tambang Batubara Tbk PTBA, PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Apexindo Duta Pratama Tbk (APEX).

Bhakti Securities

Volume perdagangan yang tipis mengakibatkan indeks mengikuti pergerakan bursa regional dengan ditutup melemah 19 point.

Indeks pada perdagangan hari ini kami perkirakan berpeluang untuk bergerak dalam kisaran 2.070-2.160.

Trimegah Securities
IHSG membutuhkan dorongan sentimen positif untuk dapat kembali bergerak di atas support 2.100. Hanya saja dikhawatirkan kondisi pergerakan harga minyak dunia yang kurang kondusif masih akan menekan pergerakan harga komoditas pertambangan, yang mendominasi volatilitas pergerakan IHSG.

Apabila tekanan tersebut berlanjut, IHSG akan kembali berpeluang menguji level support harga 2.050 atau level support celah harga pada kisaran 2.072. Masih tingginya volatilitas harga komoditas, IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran 2.050 - 2.115. (Whisnu Bagus /Sindo/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4