JAKARTA - International Financing Corporation (IFC) Indonesia mengimbau agar BI tetap berhati-hati mencermati cepatnya laju pertumbuhan kredit Agustus 2008. Sebab, laju pertumbuhan kredit yang tinggi menjadi satu indikasi kontribusi pada inflasi.
"Itu tergantung pada kemana kredit diberikan dan bagaimana penyalurannya. Secara umum pertumbuhan ekonomi tetap cepat dan banyak kesempatan usaha untuk tumbuh," ujar Country Director International Financing Corporation (IFC) Indonesia Adam Sack, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (27/8/2008).
Adam menuturkan, hal yang perlu dicermati BI adalah agar laju pertumbuhan kredit tetap terkendali dan tidak memberi beban pada ekonomi saat laju inflasi maupun tren suku bunga acuan yang tinggi yang akan memicu terjadinya sudden stress pada sistem perbankan nasional.
Namun, secara umum perekonomian nasional tetap cepat di tengah kondisi makroekonomi global belum kondusif.
"Dunia usaha memiliki kesempatan untuk tumbuh. Untuk itu, mereka (pengusaha) membutuhkan pembiayaan dari perbankan," tandasnya.
(Tomi Sujatmiko/Sindo/rhs)