Finance


Hanson Jajaki Akuisisi Dewata & Borneo

Rabu, 27 Agustus 2008 - 12:22 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - PT Hanson Internasional Tbk (MYRX) tengah menjajaki akuisisi tambang batu bara Dewata dan Borneo, masing-masing di Kalimantan Timur dan tambang Painan di Sumatera Barat.

"Saat ini proses tersebut masih dalam tahap due diligence," ujar Direktur MYRX Irwando Saragih, di Jakarta, Rabu (27/8/2008).

Dari tambang Dewata, menurut Irwando, perseroan mendapatkan kontrak penjualan batu bara sebanyak 30 ribu metrik ton (MT) dengan jangka waktu enam bulan. Dari kontrak tersebut perseroan akan memperoleh pendapatan Rp64 miliar dan laba kotor Rp1,268 miliar.

Adapun dari tambang Borneo, perseroan memperoleh kontrak 128.500 MT berjangka waktu satu tahun dengan proyeksi pendapatan Rp56 miliar. Sementara pada tambang Painan, perseroan berharap akan memperoleh penjualan Rp56,50 miliar dari 110 MT dalam jangka waktu satu tahun.

Irwando mengatakan, pendapatan dari perdagangan batu bara baru akan diterima mulai kuartal IV-2008. Dia memproyeksikan pendapatan dari usaha tersebut pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp30 miliar.

Fathony juga membantah bahwa Benny Tjokrosaputro masih memilki saham di MYRX. Diakuinya, Benny Tjokro dengan Dicky Tjokrosaputro adalah bersaudara namun secara bisnis telah melakukan pemisahan usaha dan sudah tidak terkait antara keduanya dalam bisnis. "Saat ini bukan lagi dimiliki oleh Benny melainkan dimiliki publik," katanya. (Whisnu Bagus /Sindo/rhs)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4