kolom ekonomi


Minyak Mentah Merangkak ke USD117

Rabu, 27 Agustus 2008 - 08:49 wib
text TEXT SIZE :  
Candra Setya Santoso - Okezone

NEW YORK - Harga minyak mentah secara perlahan merangkak naik, setelah sempat melorot di kisaran USD113 per barel.

Menguatnya USD kembali membangunkan kembali saham-saham tambang dan komoditas yang tertekan pada perdagangan Selasa 26 Agustus waktu setempat.

Pada perdagangan kemarin sebenarnya ada potensi saham-saham komoditas 'menghijau' setelah harga minyak mentah di pasar Asia sempat menguat di atas USD115 per barel menyusul kekhawatiran terjangan badai Gustav di Teluk Meksiko..

Namun, di akhir-akhir perdagangan tekanan justru datang dari menguatnya nilai dolar AS terhadap euro, yang langsung menekan harga minyak dan berdampak pada pergerakan saham komoditas. Apalagi sentimen Wal Street juga tak menguntungkan, sehingga lebih banyak investor yang hanya 'melihat-lihat'.

Tapi sekarang muncul asa indeks harga saham akan menguat karena ada dua faktor positif yang mendukung, yaitu menguatnya indeks Dow Jones dan naiknya harga minyak mentah dunia, yang diharapkan melecut saham-saham berkapitalisasi besar bangkit kembali, terutama saham-saham tambang dan komoditas.

Sebelumnya, Wall Street ditutup mixed Selasa (26/8/2008) setelah kecemasan terhadap serangan badai Gustav membuat harga minyak melambung dan ditambah lagi dengan pernyataan Federal Reserve soal tingginya inflasi.

Dalam pertemuan The Fed disebutkan bahwa ekonomi AS masih diliputi kecemasan atas masih tingginya laju inflasi sehingga diperlukan langkah untuk meredamnya, yaitu dengan menaikkan tingkat suku bunga.

Namun pada pertemuan itu para pemegang kebijakan di bank sentral AS belum memutuskan menaikkan suku bunga karena khawatir suku bunga kredit akan membuat sektor bisnis dan konsumen semakin sulit mendapatkan pinjaman bank karena tingginya biaya bunga.

Pada awal perdagangan Wall Street masih diliputi gairah setelah disebutkan bahwa indeks kepercayaan konsumen meningkat menjadi 56,9 pada Agustus dari bulan sebelumnya 51,9.

Kabar bagus juga datang dari sektor perumahan yang menyebutkan bahwa penjualan rumah baru pada Juli naik 2,4 persen. Padahal analis memperkirakan sebaliknya.

Tetapi semua itu menjadi sia-sia, setelah muncul kabar badai Gustav bakal menerjang fasilitas produksi minyak AS di Teluk Meksiko dalam beberapa hari mendatang.

Kabar itu langsung melambungkan harga minyak mentah jenis light sweet sebesar USD1,16 menjadi USD116,27 di New York Mercantile Exchange.

Akibatnya, indeks di Wall Street berakhir mixed dengan Dow Jones naik 26,62 menjadi 11.412,87. Indeks saham unggulan ini selama perdagangan mengalami naik turun akibat berbagai sentimen yang mewarnai lantai bursa.

Sementara indeks Standard & Poor's 500 naik 4,66 menjadi 1.271,97 dan indeks Nasdaq melorot 3,62 menjadi 2.361,97.

Untuk bursa lokal, pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah 19,669 poin di level 2.107,55, indeks LQ45 turun 6,1900 poin menjadi 435,43, dan JII melorot 5,0799 poin di level 346,94. Volume perdagangan tercatat 1,625 miliar lembar senilai Rp 1,434 triliun. (rhs)