NEW YORK - Indeks pada bursa Wall Street ditutup mixed, setelah kecemasan terhadap serangan badai Gustav membuat harga minyak melambung dan ditambah lagi dengan pernyataan Federal Reserve soal tingginya inflasi.
Dalam pertemuan The Fed disebutkan bahwa ekonomi AS masih diliputi kecemasan atas masih tingginya laju inflasi sehingga diperlukan langkah untuk meredamnya, yaitu dengan menaikkan tingka suku bunga.
Namun pada pertemuan itu para pemegang kebijakan di bank sentral AS belum memutuskan menaikkan suku bunga karena khawatir suku bunga kredit akan membuat sektor bisnis dan konsumen semakin sulit mendapatkan pinjaman bank karena tingginya biaya bunga.
Pada awal perdagangan Selasa 26 Agustus waktu setempat, Wall Street masih diliputi gairah setelah disebutkan bahwa indeks kepercayaan konsumen meningkat menjadi 56,9 pada Agustus dari bulan sebelumnya 51,9.
Kabar baik juga datang dari sektor perumahan yang menyebutkan bahwa penjualan rumah baru pada Juli naik 2,4 persen. Padahal analis memperkirakan sebaliknya.
Tetapi semua itu menjadi sia-sia setelah muncul kabar badai Gustav bakal menerjang fasilitas produksi minyak AS di Teluk Meksiko dalam beberapa hari mendatang.
Kabar itu langsung melambungkan harga minyak mentah jenis light sweet sebesar USD1,16 menjadi USD116,27 di New York Mercantile Exchange.
Akibatnya, indeks di Wall Street berakhir mixed dengan Dow Jones naik 26,62 menjadi 11.412,87. Indeks saham unggulan ini selama perdagangan mengalami naik turun akibat berbagai sentimen yang mewarnai lantai bursa.
Sementara indeks Standard & Poor's 500 naik 4,66 menjadi 1.271,97 dan indeks Nasdaq melorot 3,62 menjadi 2.361,97.
(rhs)