Sektor Riil


APPBI Setuju Pakai Genset

Kamis, 28 Agustus 2008 - 17:44 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Pemakaian genset akhirnya disetujui oleh Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Ketua Umum APPBI Stevanus Ridwan mengatakan, penggunaan genset itu diharapkan bisa menghemat penggunaan listrik.

"Jangan sampai ada sanksi tehadap pemakaian genset ini, sebab kita sudah membantu pemerintah," katanya usai rapat penghematan listrik bagi pusat belanja dan mal di Departemen Perdagangan (Depdag), Jakarta, Kamis (28/8/2008).

Menurut Stevanus, APPBI akan menggunakan genset satu kali dalam seminggu selama tiga jam. Sedangkan PLN, lanjutnya, akan menentukan hari penggunaan genset tersebut.

Dia mengatakan, jika ada anggotanya yang tidak sanggup menggunakan genset akan dibantu oleh APPBI. "Jika PLN sampai memberikan sanksi tentu kami akan menolak," tandasnya.

Di sisi lain, Direktur PLN untuk Jawa, Madura, dan Bali Murtaqi Syamsuddin menyatakan, pihak bisnis telah menyetujui penggunaan genset.

Murtaqi mengatakan, genset digunakan di saat beban puncak selama tiga jam. "Kewajiban memakai genset ini dilakukan selama sekali dalam seminggu dan nanti jadwalnya akan diatur PLN," katanya.

Menurutnya, dengan penggunaan genset tersebut, maka listrik akan dihemat sampai 10 persen. Selain itu, lanjutnya, sebelum bulan puasa diharapkan sudah dilakukan penandatangan kesepakatan soal genset. "Dukungan industri ritel sangat penting agar penghematan listrik bisa berjalan optimal," katanya.

Sedangkan Direktur Bina Pasar dan Distribusi, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Gunaryo mengatakan, sudah terjadi kesepakatan antara PLN dan asosiasi pengusaha pusat belanja. "Soal genset itu sudah disetujui oleh kalangan industri sehingga penghematan listrik bisa berjalan lebih maksimal," ujarnya.

Menurut Gunaryo, Depdag berharap penggunaan genset itu akan diikuti oleh seluruh industri ritel. Dia menegaskan PLN harus memberikan perlakuan yang berbeda terhadap industri yang patuh atau tidak dalam menjalankan hemat listrik. "Prinsipnya penghematan itu harus dilakukan oleh industri pusat belanja sehingga listrik bisa dihemat," ungkapnya.
(Eko Budiono /Sindo/ade)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4